Atom berasal dari kata “a” yang berarti tidak dan kata “tomos” yang berarti potong, sehingga
atom adalah satuan terkecil yang tidak bias dibadi. Selanjutnya satuan terkecil
dalam sebuah zat disebut dengan atom. Atom terdiri dari electron(muatan
negatif), proton(muatan positif) dan neutron(tidak bermuatan).
Perkembangan
Teori Atom
1.
Demokritus
Konsep dasar tentang atom
pertama diungkapkan oleh Demokritus (460-370 SM) ilmuan dari Yunani. la
menggambarkan atom sebagai materi terkecil yang sedemikian kecilnya sehingga
tidak dapat dibagi-bagi lagi. Inilah konsep tentang atom pertama yang tercatat
oleh sejarah ilmu pengetahuan. Konsep tersebut lahir murni dari hasil
pemikiran, dan bukan merupakan hasil percobaan
2.
Aristotele
Atom adalah suatu materi
yang dapat dibagi-bagi secara terus-menerus atau sekecil-kecilnya tanpa batas.
3.
John
Dalton
John Dalton pada tahun 1803
menemukakan pendapat yang didasarkan pada hukum kekekalan massa Lavoiser (Massa
total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil
reaksi)dan hukum susunan tetao Prouts (perbandingan masssa unsur dalam suatu
senyawa selalu tetap)
Teori Dalton ada 5, yaitu :
a.
Unsur-unsur terdiri dari
partikel-partikel yang luar biasa kecil yang tidak dapat dibagi kembali(disebut
atom).Dalam reaksi kimia,mereka tidak dapat diciptakan,dihancurkan atau diubah
menjadi jenis unsur yang lain.
b.
Semua atom dalam unsur yang
sejenis adalah sama dan oleh karena itu memiliki sifat-sifat yang
serupa;seperti massa dan ukuran.
c.
Atom dari unsur-unsur yang
berbeda jenis memiliki sifat-sifat yang berbeda pula.
d.
Senyawa dapat dibentuk
ketika lebih dari 1 jenis unsur yang digabungkan.
e.
Atom-atom dari 2 unsur atau
lebih dapat direaksikan dalam perbandinganperbandingan yang berbeda untuk
menghasilkan lebih dari 1 jenis senyawa.
Pendapat dari Dalton
digambarkan dengan model atom sebagai bola yang pejal.
Kelemahan Teori atom Dalton tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan listrik.Bagaimana mungkin suatu bola pejal dapat menghantarkan listrik, padahal listrik adalah elektron yang bergerak. Berarti ada partikel lain yang dapat menyebabkan terjadinya daya hantar listrik.
Kelemahan Teori atom Dalton tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan listrik.Bagaimana mungkin suatu bola pejal dapat menghantarkan listrik, padahal listrik adalah elektron yang bergerak. Berarti ada partikel lain yang dapat menyebabkan terjadinya daya hantar listrik.
4.
J.J
Thomson
Dalam penelitiannya dia
mempelajari bahwa tabung katoda pada kondisi vakum parsial (hampir vakum) yang
diberi tegangan tinggi akan mengeluarkan “berkas sinar” dimana Thomson menyebut
sinar ini sebagai “berkas sinar katoda” disebabkan berkas sinar ini berasal
dari katoda (elektroda negatif). Berkas sinar katoda ini apabila didekatkan
dengan medan listrik negative maka akan dibelokan (berkas sinar katoda ini
tertolak oleh medan negative), berdasarkan hal ini maka Thomson menyatakan
bahwa berkas sinar katoda itu adalah partikel-partikel yang bermuatan negative
yang ia sebut sebagai “corpuscle”.Dia juga meyakini bahwa corpuscle itu berasal
dari atom-atom logam yang dipakai sebagai elektroda pada tabung katoda. Dengan
menggunakan jenis logam yang berbeda-beda sebagai elektroda yang dia gunakan
pada tabung katoda maka percobaan Thomson tetap menghasilkan berkas sinar
katoda yang sama. Akhirnya Thomson menyimpulkan bahwa setiap atom pasti
tersusun atas corpuscle. Corpuscle yang ditemukan oleh Thomson ini kemudian
disebut sebagai “electron” oleh G. Johnstone Stoney. Dari asumsi tersebut dia
akhirnya meyakini bahwa atom sebenarnya tidak berbentuk masiv (berbentuk
bulatan yang pejal) akan tetapi tersusun atas komponen-komponen penyususn atom.
Di alam atom berada dalam keadaan yang stabil dan memiliki muatan yang netral,
dengan demikian Thomson lebih lanjut mengasumsikan bahwa didalam atom itu
sendiri pasti terdapat bagian yang bermuatan positif. Dari asumsi tersebut maka
Thomson mengajukan struktur atom sebagai bulatan awan bermuatan posistif dengan
elektron yang terdistribusi random di dalamnya.
5.
Rutherford
Eksperimen yang dilakukan
Rutherford adalah penembakan lempeng tipis dengan partikel alpha. Ternyata
partikel itu ada yang diteruskan, dibelokkan atau dipantulkan. Berarti di dalam
atom terdapat susunan-susunan partikel bermuatan positif dan negatif.
Hipotesa dari Rutherford
adalah atom yang tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilinginya.
Inti atom bermuatan positif dan massa atom terpusat pada inti atom. Kelemahan dari
Rutherford tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti
atom. Berdasarkan teori fisika, gerakan elektron mengitari inti ini disertai
pemancaran energi sehingga lama - kelamaan energi elektron akan berkurang dan
lintasannya makin lama akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti
6.
Neils
Bohr
Kelemahan dari Rutherford diperbaiki oleh Niels
Bohr dengan percobaannya menganalisa spektrum warna dari atom hidrogen yang
berbentuk garis.
Hipotesis Bohr adalah :
a.
Atom terdiri dari inti yang
bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif di dalam
suatu lintasan.
b.
Elektron dapat berpindah
dari satu lintasan ke yang lain dengan menyerap atau memancarkan energi
sehingga energi elektron atom itu tidak akan berkurang.
Jika berpindah lintasan ke lintasan yang lebih tinggi maka elektron akan menyerap energi. Jika beralih ke lintasan yang lebih rendah maka akan memancarkan energi.
Jika berpindah lintasan ke lintasan yang lebih tinggi maka elektron akan menyerap energi. Jika beralih ke lintasan yang lebih rendah maka akan memancarkan energi.
Kelebihan atom Bohr adalah
bahwa atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat berpindahnya elektron.
Kelemahan model atom ini adalah: tidak dapat menjelaskan spekrum warna dari
atom berelektron banyak. Sehingga diperlukan model atom yang lebih sempurna
dari model atom Bohr.
Referensi
Rosyid,
Muhammad Farchani. dkk. Kajian Konsep Fisika 3.Solo: PT Tiga Serangkai
Pustaka Mandiri.2008.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar